Dukung Program Pemerintah, 308 Mahasiswa FK UNILA Vaksinasi Sinovac

  • Bagikan

TERASPENDIDIKAN — 308 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) dapatkan vaksinasi Sinovac. Program vaksinasi hasil kerja sama FK Unila dan Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung ini digelar di Gedung B FK Unila selama dua hari mulai Jumat hingga Sabtu, 5 – 6 Februari 2021.

Ketua Prodi Profesi Dokter FK Unila dr. Dwi Indria Anggraini, M.Sc., Sp., KK., mengatakan, mahasiswa yang menjalani vaksinasi merupakan mahasiswa Program Studi Profesi Dokter FK Unila yang sedang menjalani pendidikan tahap profesi (kepaniteraan klinik) dan bertugas secara langsung atau hands on di wahana pendidikan klinik seperti RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, RS Jiwa Provinsi Lampung, dan puskesmas di wilayah Kota Bandarlampung.

Tim vaksinator melibatkan dua puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung yaitu Puskesmas Labuhan Ratu dan Puskesmas Rajabasa Indah, Bandarlampung. Jumlah tim dari tiap puskesmas sekitar 13—15 orang.

Pelaksanaan proses vaksinasi tetap memenuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Pada ruang vaksinasi juga diatur agar sirkulasi udara tetap terbuka, antara lain dengan membuka pintu dan jendela di ruang vaksin.

Menurut dr. Dwi, vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit Covid 19. Vaksinasi Covid 19 merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit berupa virus yang dilemahkan atau sudah mati yang bertujuan membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Pelaksanaan program vaksinasi Covid 19 bagi mahasiswa Program Studi Profesi Dokter FK Unila diharapkan dapat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid 19 karena dalam tubuh peserta vaksin telah terbentuk sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona.

Selain itu risiko terinfeksi virus akan lebih kecil atau bila tertular Covid 19 dapat mencegah terjadinya gejala berat dan komplikasi. Vaksinasi Covid 19 juga mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dalam masyarakat.

Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 bagi mahasiswa yang melaksanakan pendidikan secara langsung di tahap klinik sangat berguna untuk melindungi diri mahasiswa profesi dokter yang setiap hari bertugas di wahana pendidikan klinik berupa fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit atau puskesmas.

Program vaksinasi tahap pertama bagi mahasiswa tahap profesi dokter ini telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid 19.

Tahapan Vaksinasi

dr. Dwi menjelaskan, tahapan dan teknis proses vaksinasi dilakukan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi.

Pada tahap awal dilakukan skrining berupa pendataan mahasiswa yang memiliki kontraindikasi atau komorbid sesuai kriteria yang ditentukan, atau pernah terinfeksi Covid 19 (penyintas Covid) maka tidak masuk dalam pendataan usulan permohonan penerima vaksin ke Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung.

Petugas juga memberikan penjelasan singkat mengenai vaksin yang diberikan, manfaat, dan reaksi simpang yang mungkin terjadi serta penanganannya. Sasaran vaksin yang sehat dapat dilakukan penyuntikan vaksin.

Kemudian penerima vaksin menuju meja selanjutnya untuk dilakukan pencatatan. Petugas mempersilakan penerima vaksin untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Setelah selesai, penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi secara manual dan penanda edukasi pencegahan Covid 19,” ujarnya ketika diwawancarai tim website, Jumat, 5 Februari 2021.

dr. Dwi menambahkan, vaksinasi akan diulangi (booster) pada 14 hari selanjutnya bagi mahasiswa yang telah divaksin pada 5 dan 6 Februari 2021. Vaksin akan efektif jika telah dilakukan pengulangan penyuntikan atau booster. Rencana vaksinasi ulang dilakukan pada 19 dan 20 Februari mendatang.

 

  • Bagikan