PPG Madrasah “Full” Daring, Instruktur Dilatih Aplikasi “Learning Management System”

  • Bagikan

TERASPENDIDIKAN.COM — Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag memberi penguatan kompetenai para instruktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring). Sebab, PPG Madrasah dalam jabatan tahun ini akan digelar sepenuhnya secara daring.

Pembekalan ini berlangsung di Yogyakarta, 5-6 Juni 2021. Para dosen yang menjadi intruktur PPG dalam jabatan bagi guru madrasah ini dilatih tentang pemanfaatan aplikasi LMS (Learning Management System). Mereka juga mendapat penguatan substansi akademik serta arah kebijakan PPG dalam jabatan ke depan.

Pembekalan ini dibuka Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain. Dia menegaskan bahwa PPG dalam Jabatan merupakan kesempatan emas bagi para guru untuk meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, dosen sebagai instruktur harus bisa memberikan ilmu, pengalaman, dan teladan bagi para guru supaya PPG dapat memberikan output dan outcome yang menunjukkan dampaknya secara langsung.

“PPG harus memastikan lahirnya guru-guru profesional. Guru profesional memiliki tiga unsur, berintegritas, memiliki kompetensi dan skills yang memadai untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalitasnya,” jelas Zain di Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021).

Zain juga meminta para dosen untuk merumuskan kurikulum bahagia. Sebab, masa pandemi ini dibutuhkan amazing teacher, guru-guru hebat yang terus memberikan pencerahan kepada peserta didik. Guru-guru kurikulum–meminjam Rheinald Kasali– tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

“Peserta didik adalah generasi milenial yang sangat friendly dengan gadget. Mereka semua sudah terhubung dengan internet ( IoT/ internet of thing). Semua guru harus berbenah untuk memasuki digital culture yang sangat menantang. Keilmuan harus terus ter update serta relevan,” paparnya.

Kasi Bina MI/MTs Dit GTK Madrasah, Mustofa Fahmi mengatakan, PPG dalam Jabatan merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan. Menurut Fahmi, PPG tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu PPG diselenggarakan secara blended learning yaitu metode kombinasi antara daring dengan luring. Sedangkan PPG tahun ini diselenggarakan secara full daring,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Fahmi, para instruktur perlu memahami skema PPG yang full daring dengan menggunakan platform SPACE (Sistem Pembelajaran Secara Elektronik). “PPG full daring ini menjadi tantangan tersendiri bagi dosen yang menjadi instruktur dalam membimbing dan melayani mahasiswa PPG dengan baik,” tandasnya.

  • Bagikan