Bersikap Positif Saat Dinyatakan Positif Covid-19

  • Bagikan
Dr. Uswadin

Dr. Uswadin
Guru SMP Labschool Jakarta

Menikmati masa istirahat isoman selama dua pekan adalah hal yang harus dinikmati dan disyukuri. Betapa tidak, aktivitas yang biasa menyibukkan kita sehingga satu keluarga tidak bisa berkumpul bersama dalam satu waktu dan tempat, pada saat ini bisa dilakukan, bahkan tidak cukup satu hari, melainkan hampir selama dua minggu.

Bermula dari hasil swab PCR istri pada hari Minggu sore, 6 Februari 2022 dan malamnya terkonfirmasi positif. Memang 3 hari sebelum dinyatakan positif, istri mengeluh pusing, batuk, kedinginan serta badan meriang dan tulang yang pegel dan lemah badannya. Dari hasil tersebut akhirnya kita sekeluarga memutuskan untuk isoman di rumah.

Esok harinya, Senin 7 Februari 2022 si bungsu kebetulan terjadwal sidang skripsi pada pukul 09.00 WIB. Karena keluarga isoman, maka si bungsu izin ke tim penguji untuk mengenakan masker selama ujian melalui zoom meeting. Suara si bungsu pun sudah mulai serak, dan badan sudah mulai panas dan batuk kecil. Singkat cerita sidang skripsi yang diketuai oleh Korprodi Sosiologi UNJ dengan didampingi 4 penguji lain menyatakan sibungsu M. Adira Asyari dinyatakan lulus dari program studi Sosiologi UNJ dan berhak menyandang gelar S.Sos.

Usai sidang kami pun bersyukur dan merayakannya dengan berfoto bersama serta menyantap hidangan sederhana yang disiapkan sebelum sidang. Berikutnya paket-paket makanan dan buket ucapan baik bunga maupun makanan datang silih berganti dari teman-teman sibungsu melalui kurir online. Hal tersebut merupakan tradisi yang muncul pada akhir akhir ini khususnya di masa pandemi. Saling support dan mendukung yang bisa dilakukan karena pertemuan secara langsung tidak dimungkinkan di kampus atau kongkow bareng sehabis ujian seperti saat normal.

Setelah duhur, si bungsu merasa lebih tidak enak badan, ditambah saya sendiri yang mulai batuk dan meriang, serta pilek. Akhirnya kami memutuskan untuk PCR di sore harinya. Benar saja, Selasa dini hari kami berdua dinyatakan positif. Kakak si  bungsu berdasarkan hasil tes PCR negatif, namun ternyata memiliki keluhan dan gejala yang mirip, bahkan suhunya di atas 38 mendekati 39 derajat celcius. Akhirnya hari Kamis, 10 Februari hasil PCR kedua kakak ternyata positif. Dan berempat kami satu rumah semua terkonfirmasi positif.

Kami tentunya melapor kepada ketua RT bahwa kami sekeluarga positif dengan mengirimkan hasil PCR melalui whatsapp kepada RT. Pak RT yang sigap menerima laporan dan meneruskan ke Puskesmas. Dan hari Kamis petugas dari Puskesmas melakukan visitasi ke rumah sambil menanyakan gejala serta menanyakan apakah ada yg perlu di rawat di RS. Kami menyampaikan bahwa semua memutuskan isoman di rumah. Kami diminta mengirim data diri melalui aplikasi wa dilampiri KTP untuk mendapatkan obat, dan setelah data terkirim esok hari kami sekeluarga mendapat kiriman obat dari Puskesmas Matraman yang dijemput dan diantar oleh pa RT, bapak Agus Nuraedi.

Kami merasakan pelayanan pengurus RT dan Puskesmas Matraman sangat baik terhadap pasien yang isoman. Tidak hanya itu saja, keluarga yang isoman mendapatkan paket sembako dari pemerintah daerah melalui RT dengan jumlah dan fariasi yang sangat mencukupi.

Selama kami isoman, bantuan banyak yang datang dari berbagai pihak. Ada adik yang menyiapkan keperluan makan 3 kali sehari, tetangga yang berempati dengan mengirim buah-buahan dan makanan, jemaah musholla yang mengirimkan buah segar, dari pengurus RT yang memberikan dana sosial dan buah bahan serta dari sekolah yang sangat besar perhatiannya. Demikian pula dengan teman-teman yang secara pribadi mengirim makanan melalui aplikasi gofood, atau aplikasi online lainnya. Saya dan keluarga merasa bersyukur dengan perhatian dan bantuan yang diberikan oleh kerabat dan teman teman semuanya. Apalagi kiriman doa doa yang senantiasa dipanjatkan oleh sahabat, keluarga, sejawat baik yang dekat maupun di sebrang negeri membuat besar hati dan

bahagia kami sekeluarga. Bahwa kami tidak sendirian dan didukung oleh orang-orang yang baik sehingga kami bisa lekas sembuh kembali.

Jadi, dinyatakan positif Covid jangan menjadikan kita lemah dan tidak bergairah. Sebab,  hal ini akan menambah sakit yang sedikit bisa bertambah banyak. Saat kita dinyatakan postif Covid-19, lebih baik menghadapinya dengan tenang, sabar dan tawakal serta mengisi dengan kegiatan positif akan dapat menghasilkan karya dan kerja yang positif pula. Bersikap positif jika positif Covid-19 adalah hal yang terbaik. Ada rezeki dan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita yang tidak disangka sangka. Sakit pun dapat menjadi penggugur dosa-dosa kita.

Alhamdulillah hari Minggu, 20 Februari 2022, kami berdasarkan hasil tes dinyatakan negatif, dan di aplikasi peduli lindungi sudah kembali berwarna hijau. Terima kasih banyak untuk semuanya. Hanya Allah swt Tuhan Yang Maha Esa akan membalas dengan balasan yang lebih baik serta pahala yang berlimpah. Amiiin ya Rabbal Alamiiin.

  • Bagikan